frekuensi penggunaan lulurBagi Anda yang masih bingung dan bertanya-tanya, berapa kali seminggu sih baiknya menggunakan lulur? Pertanyaan itu akan dibahas dan dijawab secara tuntas di artikel BerbagiSolusi.com kali ini. Disimak, yuk!

Baiknya berapa kali seminggu sih luluran itu?

Tulisan ini dibuat karena ada banyak sekali pertanyaan yang masuk di redaksi BerbagiSolusi.com, yang berisi kebingungan pembaca (terutama para wanita) mengenai frekuensi ideal mengenai penggunaan lulur.

Lulur dan Kegunaannya?

Sebelum menentukan frekuensi penggunaan lulur, sebaiknya kenali dulu apa sih lulur itu. Lulur atau dalam bahasa inggris disebut scrubs, merupakan produk perawatan kulit dan kecantikan, yang memiliki bulir-bulir halus yang disebut scrub beads. Penggunaannya adalah dengan cara dibalurkan di kulit.

Khasiat utama atau kegunaan dasar dari lulur adalah untuk mengikis kotoran maupun sel kulit mati yang biasanya menempel pada lapisan kulit terluar. Kotoran, residu, dan sel kulit mati ini umumnya tidak mudah hilang hanya dengan penggunaan sabun biasa. Karena sifatnya yang mampu mengikis kotoran (serta lapisan kulit), tidak semua lulur bisa digunakan setiap hari, karena apabila salah atau terlalu sering menggunakan bisa mengikis lapisan terluar kulit, yang justru dapat menyebabkan kerusakan kulit.

Menentukan Seberapa Sering Penggunaan Lulur.

Kenali Jenis Kulit Sendiri.

Sebelum memilih jenis lulur dan menentukan sesering apa penggunaannya, yang harus dilakukan adalah mengenali jenis kulit masing-masing. Jenis dan tipe kulit berbeda-beda, antara lain tipe kulit kering, tipe kulit berminyak, tipe kulit kombinasi, tipe kulit normal, dan ada pula tipe kulit sensitif.

Penggunaan lulur pada tipe kulit normal dan kombinasi bisa disesuaikan, tergantung kebutuhan dan kondisi kulit. Sementara, tipe kulit berminyak boleh melakukan luluran setiap hari, karena tipe kulit ini sangat rentan kotor dan kusam akibat kotoran yang mudah menempel di kulit.

Sementara pada tipe kulit kering serta kulit yang sensitif, sebaiknya hindari penggunaan lulur setiap hari, karena bisa menyebabkan kulit iritasi dan semakin kering. Kulit kering membutuhkan sebum atau minyak alami kulit, yang biasanya ikut hilang setelah luluran. Sementara, pada kulit sensitif akan mudah mengalami iritasi dan penipisan kulit, akibat butiran scrub bead pada lulur.

Ketahui Bahan Dasar Lulur.

lulur alami setiap hariUntuk menentukan frekuensi luluran yang tepat dan ideal, yang juga harus diketahui adalah bahan dasar pembuatan lulur. Teliti sebelum membeli, apakah bahan lulur menggunakan bahan kimia atau tidak. Penggunaan bahan kimia obat, meskipun aman sebaiknya tidak digunakan terlalu sering, karena bisa menyebabkan ketergantungan. Lulur yang mengandung bahan kimia obat sebaiknya penggunaannya sekali seminggu, atau maksimal 3 – 4 kali dalam sebulan. Gunakan hanya ketika perlu, misalnya ketika kulit benar-benar lengket dan kusam akibat banyak residu yang menempel di kulit dan perlu dihilangkan.

Sementara, produk lulur berbahan dasar alami (seperti beras, bengkoang, teh hijau, dan sebagainya), terutama lulur alami hasil racikan sendiri, bisa digunakan lebih sering (setiap hari) karena umumnya bahan alami relatif lebih aman. Namun tetap harus hati-hati dalam pemilihan bahan untuk membuat lulur. Cari tahu lebih dahulu khasiat dan efek samping bahan-bahan yang akan digunakan.

Frekuensi Penggunaan Lulur Berdasarkan Tekstur Lulur.

Cara berikutnya untuk mengetahui frekuensi penggunaan lulur adalah dengan mengetahui tekstur lulur yang akan digunakan. Lulur yang teksturnya kasar (butiran scrub beads besar), tidak boleh digunakan setiap hari, karena lulur dengan tekstur jenis ini bisa sangat efektif untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang terdapat pada lapisan terluar kulit. Penggunaan terlalu sering dapat mengikis kulit terluar, sehingga dapat menimbulkan luka halus dan iritasi, utamanya pada daerah kulit yang sensitif dan tipis.

Sementara, lulur dengan tekstur scrub beads yang halus boleh lebih sering digunakan, namun tetap juga harus mempertimbangkan bahan dasar lulur yang digunakan.

Ikuti Petunjuk Pemakaian Lulur.

Apabila bingung menentukan frekuensi penggunaan lulur yang ideal, sebaiknya ikuti saja petunjuk penggunaan lulur yang biasanya sudah tertulis pada kemasan. Produsen lulur yang baik biasanya menuliskan secara lengkap cara penggunaan lulur, beserta frekuensi penggunaan yang tepat. Teliti sebelum membeli. :)

 

Baca pula artikel sebelumnya, mengenai cara meracik sendiri lulur dari bahan alami.

One thought on “Idealnya Pemakaian Lulur Dalam Seminggu Berapa Kali?

  1. andini says:

    Kecantikan itu tidak dari luar tetapi kecantikan sesungguhnya itu adanya di hati seseorang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website