BerbagiSolusi.com – Rahim adalah salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh wanita, yang patut kita jaga dan kita syukuri, karena dari rahimlah keturunan kita tumbuh pada awal pertumbuhannya sebelum lahir ke dunia. Namun, ada beberapa penyakit yang sering terjadi pada rahim kita, yang bisa mengakibatkan terjadinya pengangkatan rahim, salah satunya yaitu Myom.

Banyak wanita yang tidak tahu tentang adanya myom pada dinding rahim. Sehingga, wanita sering mengabaikan Myom ini. Sekedar Anda tahu myom merupakan suatu benjolan yang dapat tumbuh dan terbentuk di dinding rahim (berupa tumor), dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang myom ini. Untuk lebih menambah pengetahua serta dapat Anda kenali dan waspadai, dengan mempelajarinya sebagai berikut:

Penyebab Timbulnya Myom

Hal pertama yang Anda harus ketahui, yaitu apa yang menjadi pengebab adanya myom? Ketika seorang wanita berada dalam masa kesuburannya, pada saat itulah myom dapat tumbuh dan berkembang, dikarenakan adanya hormon estrogen yang diproduksi oleh tubuh. Namun, myom akan mengecil dengan sendirinya jika tubuh tidak dalam keadaan sehat. Selain itu, dengan terhentinya produksi hormon esterogen (berkurang saat masa menopause), maka myom akan berhenti perkembangannya secara bertahap.

Gejala Yang Timbul Oleh Myom

Jika Anda mengeluarkan sangat banyak darah pada saat haid, terasa nyeri yang berlebihan saat haid, siklus masa haid terasa lebih lama dari normalnya dan sakit pada bagian kaki dan punggung. Selain itu, mengalami buang air kecil yang sering dan berlebihan, dikarenakan kandung kemih yang terasa penuh dengan urin dan sering mengalami sembelit, itu merupakan gejala-gelaja yang menandakan gejala myom pada umumnya.

Penanganan Myom

Penanganan myom tidak harus mengambil tindakan operasi pangangkatan pada rahim. Salah satu penanganan yang bisa ditempuh untuk menjadi penghalang peredaran darah, sehingga myom semakin mengecil dan mati yaitu dengan memasukkan suatu pipa dalam pembulu darah yang ada di pangkal paha, lalu pipa tersebut bisa diarahkan di sepanjang pembuluh darah dan melepaskan suatu partikel-partikel yang seukuran bulir-bulir pasir ke dalam pembuluh rahim yang menyalurkan darah ke myom tersebut. Selain itu, bisa ditangani dengan beberapa tindakan dan penggunaan obat-obatan berikut ini:

  • Ablasi endometrium. Metode ini bisa menggunakan energi panas microwave, lingkaran kabel yang panas atau semacam cairan panas dan dapat memakai energi listrik, sehingga dapat mengurangi pendarahan saat haid dengan metode pengangkatan dinding rahim.
  • Gonadotropin releasing hormone (GnRH). Obat ini dapat mengurangi tekanan, rasa nyeri pada perut, sehingga myom menyusut serta meredakan menstruasi, dikarenakan Gonadotropin releasing hormone dapat memicu tubuh untuk mengurangi hormon estrogen.
  • Progesteron suntik. Pengobatan melalui suntikkan yang mengatasi menstruasi berlebihan dan menghambat dinding rahim tumbuh dengan cepat.
  • Kontrasepsi oral (pil KB). Fungsi lain dari pil KB juga dapat membantu Anda meringankan pendarahan berlebihan dan mentralisir kesakitan saat menstruasi, selain berguna dalam menghambat lepasnya sel telur dari ovarium, agar kehamilan dapat dicegah.
  • Obat anti inflamasi non steroid. Memicu tubuh dalam menghentikan pendarahan terkait dengan menstruasi berlebihan, dikarenakan OAINS dapat menghambat tubuh dalam memproduksi Senyawa prostaglandin.
  • Norethisterone oral. Obat ini berguna dalam mencegah dinding rahim tumbuh dengan cepat serta mengurangi menstruasi berlebihan, dikarenakan Norethisterone oral dapat menghasilkan hormon progesteron buatan manusia.
  • Asam traneksamat. Obat ini dapat menyebabkan darah terjadi penggumpalan di dalam rahim. Namun asam traneksamat tidak dapat mencegah kehamilan dan bukan alat kontrasepsi.
  • Embolisasi arteri rahim. Metode pengobatan yang untuk menghambat pembuluh darah yang menyuplai darah pada myom, dengan penggunaan alat pemindaian dan sinar X.

Pencegahan Myom

Untuk melakukan pencegahan myom datang menyerang lagi, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak mengkonsumsi air putih sekurang-kurangnya 3-4 liter per hari, mengkonsumsi sayur dan buah-buahan yang segar. Hindari mengkonsumsi daging dan susu serta makanan yang berlemak karena banyak mengandung esterogen.

Baca pula: Tips Cara Cepat Hamil dari BerbagiSolusi.com.

Dalam pengobatan atau penanganan myom, jangan sampai Anda mengambil resiko yang membahayakan Anda sendiri. Meskipun myom ini hanya berupa tumor yang tidak berpotensi menjadi kanker, Anda tetap harus mewaspainya. Semoga dengan Anda tetap dalam menjaga pola makan sehat, Anda dijauhkan dari myom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website