SHARE

Pityriasis alba atau tratak adalah salah satu jenis gangguan kulit berupa bercak putih yang muncul pada beberapa bagian kulit, seperti di sudut luar bibir dan di pipi. Kondisinya mirip dengan eksim, namun lebih ringan dan lebih mudah dihilangkan. Tratak biasanya diawali dengan munculnya bintik atau bulatan putih kecil atau hipopigmentasi, yang semakin lama semakin bertambah lebar, lalu mulai menyebar ke area kulit lain di sekitarnya. Tratak terlihat seperti panu, namun tratak bukan disebabkan oleh jamur, dan tidak menimbulkan rasa gatal. Kalau pun timbul rasa gatal pada tratak, umumnya hanya gatal ringan dan tidak terlalu mengganggu. Penyebab tratak secara medis sendiri belum benar-benar diketahui sampai sekarang.

Penyebab Munculnya Tratak atau Bercak Putih di Kulit.

cara menghilangkan bercak putih di wajahSeperti yang sudah disinggung sebelumnya, penyebab tratak secara medis belum benar-benar diketahui sampai sekarang. Meski demikian, para ahli kulit menyimpulkan beberapa hal yang kemungkinan menyebabkan munculnya tratak ini, di antaranya:

Sering Terpapar Sinar Matahari Langsung.

Penyebab yang diduga paling mungkin menjadi pemicu munculnya bercak putih atau tratak di wajah, adalah sinar matahari. Kulit yang sering secara intens terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama, umumnya memang lebih rentan mengalami terjadinya tratak. Untuk itu, dianjurkan agar senantiasa menggunakan perlindungan kulit terhadap sinar matahari, seperti sunblock atau pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari.

Penumpukan Kotoran dan Sel Kulit Mati.

Penyebab lainnya yang diduga menyebabkan tratak adalah penumpukan sel kulit mati serta kotoran, di beberapa area kulit. Penumpukan sel kulit mati dan kotoran ini menyebabkan sinar matahari tidak secara merata menyinari kulit, sehingga reaksi kulit terhadap sinar matahari pun tidak merata. Selain itu, kotoran yang menumpuk tersebut bisa jadi mengandung residu bahan kimia tertentu, yang menyebabkan perubahan warna kulit.

Untuk mencegah munculnya tratak akibat penumpukan sel kulit mati dan kotoran ini, wajah harus dibersihkan secara rutin agar penumpukan yang terjadi tidak semakin banyak. Lakukan exfoliating atau pengikisan lapisan kulit mati menggunakan scrub masker wajah. Lakukan secara rutin 2x seminggu, agar sel kulit mati segera dikikis dan kotoran tidak sempat menumpuk di kulit.

Keringat dan Kulit Berminyak.

Tipe kulit berminyak biasanya lebih rentan mengalami tratak. Hal ini juga erat kaitannya dengan penyebab tratak yang sudah disebut sebelumnya, yaitu sinar matahari serta penumpukan kotoran dan sel kulit mati. Wajah dengan kulit berminyak biasanya lebih rentan kotor dan kusam, karena kotoran seperti debu dan residu kimiawi di udara, mudah lengket di kulit, sehingga pada spot-spot kulit tertentu sinar matahari tidak dapat menyinari. Spot-spot itulah yang sangat rentan menjadi tratak. Selain kulit berminyak, keringat juga rentan menyebabkan penumpukan kotoran.

Suplai nutrisi yang tidak lancar dan tidak merata ke seluruh jaringan kulit.

Faktor berikutnya yang diduga turun berperan pada munculnya tratak adalah suplai nutrisi yang tidak merata pada jaringan kulit. Suplai nutrisi yang tidak merata biasanya disebabkan aliran darah yang tidak lancar pada sejumlah bagian kulit. Konsumsi vitamin B1 agar aliran darah lebih lancar, serta rutin melakukan pijatan di kulit menggunakan air hangat. Gunakan masker wajah selama 20-30 menit pada malam hari, agar kulit lebih rileks, sehingga aliran darah di bawah jaringan kulit ikut lancar. Klik di sini untuk informasi rekomendasi masker wajah untuk membantu rileksasi jaringan kulit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here